Minggu, 28 September 2014

sejarah bola basket

Permainan bola basket diciptakan oleh Prof. Dr. James A. Naismith salah seorang guru pendidikan jasmani Young Mens Christian Association (YMCA) Springfield, Massachusets, Amerika Serikat pada tahun 1891. Gagasan yang mendorong terwujudnya cabang olahragabaru ini ialah adanya kenyataan bahwa waktu itu keanggotaan dan pengunjung sekolah tersebut kian hari kian merosot. Sebab utamanya adalah rasa bosan dari para anggota dalam mengikuti latihan olahraga Senamyang gerakannya kaku. Di samping itu kebutuhan yang dirasakan pada musim dingin untuk tetap melakukan olahraga yang menarik semakin mendesak.
Dr. Luther Gullick, pengawas kepala bagian olahraga pada sekolah tersebut menyadari adanya gejala yang kurang baik itu dan segera menghubungi Prof. Dr. James A. Naismith serta memberi tugas kepadanya untuk menyusun suatu kegiatan olahraga yang baru yang dapat dimainkan di ruang tertutup pada sore hari. Dalam menyambut tugasnya itu Nasimith menyusun suatu gagasan yang sesuai dengan kebutuhan ruang tertutup yakni permainan yang tidak begitu keras, tidak ada unsur menendan, menjegal dan menarik serta tidak sukar dipelajari. Langkah pertama, diujinya gubahan dari permainan Footbal, Baseball, Lacrose dan Sepakbola. Tetapi tidak satupun yang cocok dengan tuntutannya. Sebab disamping sulit dipelajari, juga permainan tersebut masih terlalu keras untuk dimainkan di ruangan tertutupyang berlampu. Dari hasil percobaan yang dilakukan itu Naismith akhrinya sampai pada kesimpulan bahwa permainan yang baru itu harus mempergunakan bola yang bentuknya bulat, tidak menjegal, dan harus menghilangkan gawang sebagai sasarannya. Untuk menjinakkan bola sebagai pengganti menendang dilakukan gerakan mengoper dengan tangan serta menggiring bola (dribbling) sebagai puncak kegairahan, gawang diganti dengan sasaran lain yang sempit dan terletak di atas para pemain, sehingga dengan obyek sasaran yang demikian pengutamaan tembakan tidak terletak pada kekuatan seperti yang terjadi pada waktu menendang, melainkan pada ketepatan menembak.Semula Naismith akan menggunakan kotak kayu untuk sasaran tembakan tersebut, tetapi berhubung waktu percobaan dilakukan yang ada hanya keranjang (basket) buah persik yang kosong, maka akhirnya keranjang itulah dijadikan sasaran tembakan. Dari perkataan basket ini kemudian permainan baru yang ditemukan Prof. Dr. James A. Naismith tersebut dinamakan Basketball.
Beberapa catatan penting dalam perkembangan bola basket.
  1. Tahun 1891 : Prof. Dr. James A. Naismith menemukan permainan Bola Basket
  2. Tahun 1892 : Untuk pertama kali Naismith memperkenalkan permainan Bola Basket kepada masyarakat (Amerika)
  3. Tahun 1894 : Prof. Dr. James A. Naismith dan Dr. Luther Gullick untuk pertama kali mengeluarkan peraturan permainan resmi.
  4. Tahun 1895 : Kata Basketball secara resmi diterima dan dimasukkan ke dalam perbendaharaan bahasa Inggris.
  5. Tahun 1913 : Untuk pertama kali diadakan Kejuaraan Bola Basket Far Eastern. Pada kesempatan tersebut regu Phillipina mengalahkan Cina.
  6. Tahun 1918 : Tentara pendudukan Amerika dan anggota YMCA memperkenalkan permainan Bola Basket di banyak negara Eropa.
  7. Tahun 1919 : Dalam Olympiade Militer di Joinville, permainan Bola Basket termasuk salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan.Tahun 1932 : Untuk pertama kali diadakan Kongres Bola Basket bertempat di Jenewa Swiss. Para peserta yang hadir adalah : Argentina, Cekoslowakia, Yunani, Italia, Portugal, Rumania dan Swiss. Keputusan penting yang dihasilkan adalah terbentuknya Federasi Bola Basket Internasional - Federation International de Basketball (FIBA)
  8. Tahun 1933 : Untuk pertama kali diselnggarakan kejuaraan Dunia Bola Basket Mahasiswa di kota Turin - Italia.
  9. Tahun 1935 : Dalam Kongres Komite Olympiade Internasional, Bola Basket diterima sebagai salah satu nomor pertandingan Olympiade.
  10. Tahun 1936 : Untuk pertama kali Bola Basket dipertandingkan dalam Olympiade Berlin. Dua puluh dua negara ikut serta. Juaranya adalah USA, Kanada dan Meksiko.
  11. Tahun 1939 : Prof. Dr. James A. Naismith meninggal dunia.
Mengenal permainan bola basket
Mengenal Permainan Bola Basket Permainan Bola Basket dimainkan oleh dua regu yang berlawanan. Tiap-tiap regu yang melakukan permainan di lapangan terdiri dari 5 orang, sedangkan pemain pengganti sebanyak-banyaknya 7 orang, sehingga tiap regu paling banyak terdiri dari 12 orang pemain. Permainan Bola Basket dimainkan di atas lapangan keras yang sengaja diadakan untuk itu, baik di lapangan terbuka maupun di ruangan tertutup. Pada hakekatnya, tiap-tiap regu mempunyai kesempatan untuk menyerangdan memasukkan bola sebanyak-banyaknya keranjang sendiri untuk sedapat mungkin tidak kemasukan. Secara garis besar permainan Bola Basket dilakukan dengan mempergunakan tiga unsur teknik yang menjadi pokok permainan, yakni : mengoper dan menangkap bola (pasing and catching), menggiring bola (dribbling), serta menembak (shooting). Ketiga unsur teknik tadi berkembang menjadi berpuluh-puluh teknik lanjutan yang memungkinkan permainan Bola Basket hidup dan bervariasi. Misalnya, dalam teknik mengoper dan menangkap bola terdapat beberapa cara seperti : tolakan dada (chest pass), tolakan di atas kepala (overhead pass), tolakan pantulan (bounce pass),dan lain sebagainya. Dalam rangkaian teknik ini, dikenal pula sebutan pivot yakni pada saat memegang bola, salah satu kaki bergerak dan satu kaki lainnya tetap di lantai seabgai tumpuan. Teknik menggiring bola berkaitan erat dengan traveling, yakni gerakan kaki yang dianggap salah karena melebihi langkah yang ditentukan. Juga double dribble suatu gerakan tangan yang dilarang karena menggiring bola dengan kedua tangan atau menggiring bola untuk kedua kalinya setelah bola dikuasai dengan kedua tangan. Teknik menembak berkaitan erat dengan gerak tipu, lompat, blok dan lain sebagainya. Begitu banyak teknik permainan yang harus dikuasai oleh seorang pemain Bola Basket, sehingga sulit untuk diperinci satu-persatu dalam tulisan ini. Namun demikian, dengan menguasai ketiga unsur teknik pokok tadiserta beberapa lanjutannya, seseorang sudah dapat melakukan permainan Bola Basket, walaupun tidak sempurna.
Ketentuan bermain dan bertanding.
Seperti telah diuraikan di atas permainan Bola Basket dimainkan oleh dua regu, masing-masing terdiri dari 5 orang pemain. Wasit yang memimpin terdiri dari 2 orang yagn senantiasa berganti posisi. Waktu bermain yang resmi 2 x 20 menit bersih, tidak termasuk masa istirahat 10 menit, time out, dua kali bagi masing-masing regu tiap babak selama 1 menit, saat pergantian pemain dan atau peluit dibunyikan wasit karena bola ke luar lapangan atau terjadi pelanggaran/kesalahan seperti foul dan travelling. Apabila dalam pertandingan resmi (yang dimaksud disini bukan pertandingan persahabatan) terjadi pengumpulan angka sama, waktu diperpanjang sekian babak (tiap 5 menit) sampai terjadi perbedaan angka.Khusus untuk permainan Mini Basket yang diperuntukkan anak-anak di bawah umur 13 tahun, diberlakukan peraturan tersendiri yang agak beda, antara lain : bola yang dipergunakan lebih kecil dan lebih ringan, pemasangan keranjang yang lebih rendah, waktu pertandingan 4 x 10 menit dengan 3 kali istirahat dan lainnya lagi seperti dalam hal penggantian pemain. Peraturan permainan yang dipergunakan sangat tergantung daripada peraturan PERBAIS/FIBA mana yang berlaku. Misalnya pada tahun 1984, peraturan permainan yang berlaku adalah Peraturan Permainan PERBASI/FIBA tahun 1980 - 1984.
Alat-Alat Perlengkapan dan Lapangan Berdasarkan Peraturan Permainan PERBASI/FIBA tahun 1980 - 1984, alat-alat perlengkapan dan lapangan terdiri dari :
  1. Bola Basket
  2. Terbuat dari karet yang menggelembung dan dilapisi sejenis kulit, karet atau sintesis. Keliling bola tidak kurang dari 75 cm dan tidak lebih dari 78 cm, serta beratnya tidak kurang dari 600 gram dan tidak lebih dari 650 gram. Bola tersebut dipompa sedemikan rupa sehingga jika dipantulkan ke lantai dari ketinggian 180 cm akan melambung tidak kurang dari 120 cm tidak lebih dari 140 cm.
  3. Perlengkapan Teknik
    • Untuk pencatatan waktu diperlukan sedikitnya 2 buah stopwatch, satu untuk pencatat waktu dan satu lagi untuk time out.
    • Alat untuk mengukur waktu 30 detik.
    • Kertas score (Scoring Book) untuk mencatat/merekam pertandingan.
    • Isyarat - scoring board, tanda kesalahan perorangan yakni angka 1 sampai dengan 5, serta bendera merah dua buah untuk kesalahan regu.
  4. Lapangan
    • Lapangan Permainan Berbentuk persegi panjang dengan ukuran panjang 26 m dan lebar 14 m yang diukur dari pinggir garis batas. Variasi ukuran diperolehkan dengna menambah atau mengurangi ukuran panjang 2 m serta menambah atau mengurangi ukuran lebar 1 m. Di lapangan ini terdapat beberapa ukuran seperti : lingakaran tengah, dan lain sebagainya yang secara jelas dan terperinci akan diuraikan dalam gambar di bawah nanti.
    • Papan Pantul Papan pantul dibuat dari kayu keras setebal 3 cm atau dari bahan transparant yang cocok. Papan pantul berukuran panjang 180 cm dan lebar 120 cm.. Tinggi papan, 275 cm dari permukaan lantai sampai ke bagian bawah papan, dan terletak tegak lurus 120 cm jaraknya dari titik tengah garis akhir lapangan. (Perincian selengkapnya, lihat gambar).
    • Keranjang Keranjang terdiri dari Ring dan Jala. Ring tersebut dari besi yang keras dengan garis tengah 45 cm berwarna jingga. Tinggi ring 305 cm dari permukaan lantai dan dipasang dipermukaan papan pantaul dengan jarak 15 cm. Sedangkan jala terdiri dari tambah putih digantung pada ring. Panjang jala 40 cm

sejarah sepak bola

Sejarah olahraga sepak bola dimulai sejak abad ke-2 dan -3 sebelum Masehi di Cina.[7] Di masa Dinasti Han tersebut, masyarakat menggiring bola kulit dengan menendangnya ke jaring kecil.[7] Permainan serupa juga dimainkan di Jepang dengan sebutan Kemari[8]. Di Italia, permainan menendang dan membawa bola juga digemari terutama mulai abad ke-16.[8]
Sepak bola modern mulai berkembang di Inggris dan menjadi sangat digemari.[7] Di beberapa kompetisi, permainan ini menimbulkan banyak kekerasan selama pertandingan sehingga akhirnya Raja Edward III melarang olahraga ini dimainkan pada tahun 1365.[7] Raja James I dari Skotlandia juga mendukung larangan untuk memainkan sepak bola.[7] Pada tahun 1815, sebuah perkembangan besar menyebabkan sepak bola menjadi terkenal di lingkungan universitas dan sekolah.[7] Kelahiran sepak bola modern terjadi di Freemasons Tavern pada tahun 1863 ketika 11 sekolah dan klub berkumpul dan merumuskan aturan baku untuk permainan tersebut.[8] Bersamaan dengan itu, terjadi pemisahan yang jelas antara olahraga rugby dengan sepak bola (soccer).[8] Pada tahun 1869, membawa bola dengan tangan mulai dilarang dalam sepak bola.[7] Selama tahun 1800-an, olahraga tersebut dibawa oleh pelaut, pedagang, dan tentara Inggris ke berbagai belahan dunia.[7] Pada tahun 1904, asosiasi tertinggi sepak bola dunia (FIFA) dibentuk dan pada awal tahun 1900-an, berbagai kompetisi dimainkan diberbagai negara.

Sabtu, 27 September 2014

SPESIAL: Susunan Tim Terbaik La Liga Spanyol 2014/15 Jornada 5

Sempat terseok-seok di pekan awal, Real Madrid mulai menunjukkan taringnya dan terakhir mereka menghancurkan Elche 5-1 meski sempat tertinggal lebih dulu. Cristiano Ronaldo menjadi pahlawan dengan memborong empat gol setelah Gareth Bale menyeimbangkan skor di menit ke-20.
Nasib kurang beruntung justru dialami musuh bebuyutan mereka, Barcelona , yang gagal melanjutkan tren kemenangan di markas Malaga . Lionel Messi cs kesulitan menembus gawang lawan sehingga hanya mampu membawa pulang satu angka berkat skor imbang tanpa gol hingga akhir pertandingan.
Kegagalan Blaugrana mengepak tripoin dimaksimalkan oleh Valencia , yang sehari kemudian menghancurkan Cordoba tiga gol tanpa balas untuk menyegel posisi teratas dengan keunggulan selisih gol.
Sevilla , Atletico Madrid dan Celta Vigo juga meraup kemenangan di jornada kelima untuk menempati zona Eropa.
Goal Indonesia menyajikan kepada Anda 11 pemain terbaik di jornada kelima La Liga Spanyol 2014/15.

Duel Barcelona B Kontra Indonesia U-19 Banyak Ditonton

Pertandingan uji coba antara Barcelona B dan Indonesia U-19 di Ciutat Esportiva pada pertengahan pekan ini menjadi salah satu laga yang paling banyak ditonton secara langsung melalui laman resmi klub. Di laga ini, Indonesia U-19 menelan kekalahan telak 6-0.
Barcelona menyebutkan, kehadiran Luis Suarez dan Thomas Vermaelen di pertandingan itu menyedot perhatian global. Tercatat lebih dari 220 ribu pasang mata menyaksikan laga tersebut melalui laman resmi mereka dan YouTube, dengan jumlah maksimal 37 ribu orang di saat yang bersamaan. Ini menjadi salah satu event yang dianggap sukses dalam beberapa bulan terakhir.
Bahkan, cuplikan pertandingan ini hingga, Kamis (25/9) lalu, disaksikan total 90 ribu pasang mata melalui YouTube dan Dailymotion.
Pertandingan antara Barcelona B dan timnas U-19 juga memberikan pengaruh terhadap laman resmi Barcelona berbahasa Indonesia. Kendati disiarkan langsung salah satu stasiun televisi nasional, traffic laman berbahasa Indonesia mengalami kenaikan tujuh kali lipat dibandingkan biasanya. Hal ini belum pernah terjadi sebelumnya.
Peningkatan traffic juga terjadi di akun resmi Barcelona berbahasa Indonesia, seperti di Twitter. Sedangkan LINE juga diserbu publik Indonesia yang menampilkan wawancara khusus dengan Evan Dimas.
Indonesia merupakan salah satu basis suporter terbesar Barcelona di jejaring sosial. Di akun Facebook resmi mereka, Indonesia menempati urutan pertama dengan jumlah fans mencapai lebih dari tujuh juta.

PREVIEW Asian Games 2014: Korea Utara U-23 - Indonesia U-23

Timnas Indonesia U-23 bakal melakoni laga berat melawan Korea Utara U-23 pada babak 16 besar Asian Games 2014 di Stadion Ansan-Wa, Jumat (26/9). Pasalnya, lawan yang akan dihadapi kali ini bisa dibilang sangat superior lantaran berstatus juara grup F.
Ya, Korut U-23 berhasil melaju ke fase ini setelah menumbangkan Tiongkok U-23 (3-0) dan Pakistan U-23 (2-0). Meski begitu, pelatih Indonesia U-23, Aji Santoso, mengungkapkan timnya tak gentar untuk menghadapi calon lawannya itu.
Aji sendiri sebenarnya jelang laga ini masih harus bekerja keras untuk mengembalikan mental bermain para penggawanya yang sempat drop, lantaran di laga terakhir fase grup dibantai Thailand U-23 dengan enam gol tanpa balas. Namun, pelatih berusia 44 tahun itu mengungkapkan timnya siap bangkit dan telah mempelajari kekuatan yang dimiliki skuat asuhan Yun Jongsu itu.
"Korut U-23 merupakan tim bagus yang mengandalkan permainan cepat. Mereka juga kerap melakukan kombinasi bola-bola bawah dan atas," kata Aji.
Tapi, dua pemain utama Indonesia masih diragukan bisa tampil pada laga ini yaitu Ramdani Lestaluhu dan Dedi Kusnandar, yang masih dalam pemulihan cedera lutut saat melawan Maladewa U-23. Sedangkan kiper, Andritany Ardhiyasa, sudah bisa diturunkan pada laga nanti.
Sisanya, Aji bisa menampilkan seluruh pemain terbaik yang dimilikinya seperti Ferdinand Alfred Sinaga, Achmad Jufriyanto, Victor Igbonefo, Manahati Lestusen, Alfin Tuasalamony, maupun Bayu Gatra Sanggiawan. Mereka harus bisa meredam kelebihan yang dimiliki Jang Songhyok dan kawan-kawan.
Ferdinand pun telah bertekad bakal kembali menunjukkan keganasannya di depan gawang lawan pada laga nanti. "Saya akan berusaha memberikan yang terbaik dan mengangkat tim. Kondisi saya dan pemain lainnya sangat bagus," ujarnya.
Di samping itu, tim Garuda Muda juga harus sudah siap untuk mengakhiri laga ini lewat adu penalti. Aji menuturkan untuk hal yang satu ini, dirinya sudah melatih Alfin dan kawan-kawan.
Prakiraan pemain kedua tim:
Korea Utara U-23: Ri Myongguk; Jang Songhyok, Jang Kukchol, Kang Kukchol, Sim Hyonjin; Jong Ingwan, Ri Yongjik, Yun Ilgwang, So Hyonuk, So Kyongjin; Ri Hyokchol

Indonesia U-23: Andritany Ardhiyasa; Alfin Tuasalamony, Manahati Lestusen, Victor Igbonefo, Dany Saputra; Achmad Jufriyanto, Rasyid Bakri; Bayu Gatra Sanggiawan, Fandi Eko Utomo, Syakir Sulaiman; Ferdinand Sinaga

paul george interview: PG leg broken

Reggie Miller: Paul, it’s been a little over a month and a half since the leg injury, number one, how are you feeling?
Paul George: I’m feeling good. You know, this is probably still a tough time just because all the guys that are starting to show up at this point in the season, for the most part, were looking forward to this year to play alongside with me. And to not be out there with those guys, it’s a reality check at this point.
Larry Bird: In losing Paul, that’s a different story. I think our goals are not set as high as last year, but we are going to compete. We’re going to put a team out there that plays together, plays hard.
Miller: Everything I’ve read (says the injury) was a clean break. Which means what?
George: Full recovery. I just did, actually, an x-ray three or four days ago, and everything was going fine. Through that x-ray, they could see that the bone is starting to form again. But the only thing that I needed to do, because I was on the two crutches, is put a little more weight down on (the right) side.
Bird: It’s no different than Chicago losing Derrick Rose. You go through these things.
George: So that’s all good. I could start to feel the numbness and soreness going down. So everything is starting to come (so) that I know that my leg is healing.
Miller: If you can take us back to Aug. 1 (the night of the injury), it looked like it was a routine play. And then, what happens?
George: I just remember going up, trying to make a play on the ball. I just came down and my leg was on fire. I was in a crazy amount of pain for like the first five minutes. The whole crowd took a gasp. And then the trainers came over, rushed over, as well as my teammates.
But the person that really helped me was the (Oklahoma City) Thunder’s trainer (Joe Sharpe). I tried to get up almost like in a sit-up position to look at my leg, and he pushed me back down and told me, ‘Everything’s going to be okay. Don’t look at it. You broke your leg, but you’re going to get through it. Just stay strong.’
Miller: Going forward, a couple years, Paul's healthy, can you see him playing in Brazil on the Olympic team?
Bird: I hope so. That's one of his goals. He wants to play for Team USA. I think that any kid that gets the opportunity to do that and they want to play for their country, they should have that opportunity. And I think Paul will be there in Brazil.
George: Absolutely. I think for me now, it's redeeming.
Miller: You talked about the frustration of being injured, possibly for the whole year. What will Paul George be doing other than rehabbing to kind of stay engaged with these guys?
George: The last thing I want to do is feel like I'm not a part of this team and take myself out of still prepping and getting ready for games. I still wanna go about, you know, game days the same way as if I was playing.
Miller: Talking about your team, Roy Hibbert had a great first half of the year, but after the All-Star break, a lot of inconsistency, especially in the Playoffs. I saw a picture of him working with Kareem Abdul-Jabbar. Is this a chance for Roy to step up and kind of spread his wings a little bit?
George: He has a chance to cement being one of the best bigs to play this game. Offensively, he's skilled. Everybody knows he's skilled, he's just gotta be, ya know, aggressive and defensively, he's probably one of the best to ever do it.
Reggie (to Bird): Is it more confidence with Roy sometimes?
Bird: I think it's all confidence. If he loses confidence, it's harder for him to get back than most guys.
George: So, this is a great opportunity for Roy. He can really steamroll for when I come back healthy. You know, he can really steamroll this team.
Reggie: Recently, you were kind of called to the principal's office because of some tweets about the Ray Rice situation. Do you care to kind of expand on that a little bit?
George: Yeah, I was just trying to support the Rice family. It didn't come out the way I wanted it to come out. The reason is why the whole 140 characters is tough. But that was a learning lesson. To talk to Larry (Bird) about that, you know, it was a father-son conversation. Basically just telling me, you know, you gotta be careful with what you say. The media is always going to be your friend, but you know, you never want to give them fuel or give them something to attack you on.
Miller: When you do come back, the landscape of the Eastern Conference will have changed.
George: I'm looking forward to when I come back. I love battles, I love going against LeBron, Carmelo, and even going against the whole Bulls. It's fun. It's what you live for, the reason why you wanna be in the league. It's where you make your name off of, so I like the battles.

Pelatih Barca gembira dengan penampilan La Pulga melawan Granada.

Luis Enrique menyebut bintang Barcelona Lionel Messi
mirip legenda NBA Wilt Chamberlain setelah penggawa Real Madrid Cristiano Ronaldo baru-baru ini dibandingkan dengan ikon basket Michael Jordan oleh pelatih Elche Fran Escriba.
Kapten tim nasional Argentina terlibat dalam lima dari enam gol yang dibukukan Barca ke gawang Granada, dengan mencetak dua gol - termasuk gol ke-400 dalam kariernya - serta memberikan assist. Enrique pun tidak dapat menyembunyikan pujiannya untuk sang bintang usai laga berakhir.
“Jika Cristiano Ronaldo seperti Michael Jordan, maka Messi seperti Wilt Chamberlain, yang mencetak 100 poin dalam satu pertandingan,” kata juru taktik Barcelona dalam konferensi pers.
“Saya mempertimbangkan menarik Messi untuk mengistirahatkannya, tapi melihat dia beraksi adalah kegembiraan besar jadi saya memilih membiarkannya di lapangan untuk 90 menit.
“Dia sangat royal dengan assistnya dan sangat menyenangkan menyaksikan dia. Dia disentuh oleh tongkat sihir."
Messi membukukan lima gol dalam enam penampilan La Liga sejauh ini, dan menorehkan enam assist.